Akhirnya aku menemukanmu

Sepertinya pencarianku tentang Dinda akan segera berakhir. Orang asing itu perlahan mulai memperkenalkan dirinya. Sosok yang awalnya hanya ada di dalam imajinasiku ternyata memang ada. Lewat pertemuan tak sengaja semua bermula.

Hey, sosok yang baru ku kenal namun kuyakini sebagai Dinda yang telah lama kucari. Sejauh ini kita hanya bertemu satukali. Bertemu tanpa sengaja, mengagumimu tanpa kau minta, dan kini aku mencintaimu tanpa terpaksa.

Mencintaimu pada pandangan pertama? Ku rasa tidak. Aku tak percaya pada cinta pada pandangan pertama. Melihat ke arahmu pada waktu itu saja aku malu. Tapi kenapa hatiku begitu yakin bahwa sosok Dinda adalah dirimu?

Pada waktu itu, buku yang sedang kubaca adalah Three cups of tea. Buku yang bercerita tentang kegagalan Mortenson dalam pendakian K2 yang merubah hidupnya. Pada kisah pertemuannya dengan Tara, spertinya mirip dengan kisah kita. Aku hanya berharap kisah selanjutnya sama dengan kisah mereka.

Kamu, wanita bermata sejuk. Sejujurnya ketika pertemuanku denganmu, aku sedang berada dalam kondisi terburukku. Aku mulai tak peduli dengan Dinda. Telah kupasrahkan dia pada waktu yang kan membawanya kepadaku. Hatiku telah di curi oleh wanita bermata sayu, dibawa pergi. Namun kemudian kemudian hari kutau yang ditangannya bukanlah hatiku. Entah hati siapa yang dia genggam.

Wanita bermata sayu itu seperti SenJayi dalam novel You are the apple of my eye dan aku sebagai Kojiteng. Meskipun pada akhir cerita Kojiteng hanya bisa menahan air mata ketika Senjayi menjadi ratu dan dia bukan rajanya.

Meskipun di adopsi dari kisah nyata, novel hanyalah kisah fiksi dalam imajinasi. Tapi cinta bukan fiksi kan? Wahai wanita bermata sejuk, terimakasih sudah membawa hatiku kembali, tapi aku ingin kamu menyimpannya.

Aku heran kenapa kita bisa sama sama yakin akan melangkah ke jalan yang tak untuk main main. Dari pertemuan itu aku tak mendapat kesan apapun, tapi aku bisa se yakin ini. Kamu kah jawaban dari doaku?.  Meski kita masih sebatas kau dan aku. Di atas sajadahmu dan sajadahku kita menghadap tuhan yang sama. Kuharap bukan hanya aku yang memanjatkan doa tentang masa tua indah kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »